Jakarta – Sekian tahun yang lalu, suasana hangat dan penuh kebersamaan tercipta di Universitas Wahid Hasyim, Semarang. Saat itu, beberapa mahasiswa dan mahasiswi muda, termasuk sebagian besar putri dari Afghanistan, sedang menimba ilmu di Indonesia.
Para mahasiswi ini datang ke Indonesia di tengah situasi politik dan keamanan yang tidak stabil di negaranya akibat campur tangan asing. Meski menghadapi berbagai tantangan, mereka tetap bersemangat belajar dan menjalin persahabatan lintas budaya.

“Semangat mereka sangat luar biasa. Selain cerdas, mereka juga ramah dan membawa keindahan budaya mereka ke Indonesia.” Ungkap mantan Waka-PBNU, KH. As’ad Said Ali, 29/11/24.
Menurutnya, kenangan ini menjadi pengingat betapa pendidikan mampu menjembatani perbedaan, bahkan di tengah situasi global yang penuh gejolak. “Semoga masa depan mereka cerah dan membawa kedamaian bagi negara mereka,” pungkasnya.















































