Jakarta — PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CNG) menegaskan komitmennya mendukung swasembada energi nasional melalui pemanfaatan gas alam domestik. Hal itu disampaikan President Director PT Citra Nusantara Gemilang Tbk, Andika Purwonugroho, dalam wawancara eksklusif bersama Nasionalonline.id di kantor pusat perusahaan, Jakarta.
Andika menjelaskan, CNG merupakan singkatan dari Compressed Natural Gas, yaitu gas alam yang diproses dari sumur-sumur gas di Indonesia dan disalurkan ke pelanggan industri maupun ritel. Segmen ritel meliputi hotel, restoran, katering, dan UMKM yang selama ini menggunakan LPG serta BBM non-subsidi.
“Dengan CNG, pelanggan bisa menghemat biaya energi sekitar 10–20 persen. Sistemnya juga lebih adil karena gas yang dibayar adalah gas yang benar-benar terpakai,” ujar Andika. 17/12/25
Wilayah Operasi dan Pasar
Saat ini, CNG mengoperasikan stasiun CNG di Palembang, Cikarang, Grobogan (Jawa Tengah), Gresik, dan Sidoarjo. Selain itu, perusahaan mengembangkan CNG Hub, yakni depo distribusi untuk melayani pengguna skala kecil.
Segmen pelanggan CNG mencakup industri manufaktur, food and beverage, hingga sektor ritel seperti hotel, restoran, pariwisata, UMKM, dan katering.
Pesantren Jadi Peluang Baru
CNG juga mulai menjajaki potensi distribusi gas ke pesantren, khususnya di Jawa Timur. Menurut Andika, kebutuhan energi pesantren cukup signifikan, meski tantangan utamanya ada pada sebaran lokasi dan skala distribusi.
“Beberapa pesantren besar volumenya cukup menjanjikan. Yang kami kaji sekarang adalah bagaimana model distribusinya agar tetap ekonomis,” jelasnya.
Regulasi Masih Jadi Tantangan
Andika mengakui sektor migas memiliki tantangan besar, terutama dari sisi regulasi dan perizinan. Proses perizinan pembangunan stasiun CNG kerap memakan waktu panjang karena melibatkan banyak instansi.
“Walaupun sudah ada OSS, praktiknya masih ada proses yang belum sepenuhnya terintegrasi, sehingga berdampak pada realisasi proyek,” katanya.
Fokus Micro LNG dan Sumur Marginal
Ke depan, CNG menyiapkan strategi jangka panjang melalui pengembangan Micro LNG, yaitu fasilitas LNG skala kecil untuk memanfaatkan sumur gas marginal yang selama ini belum ekonomis.
“Di Pulau Jawa banyak sumur gas kecil yang jauh dari jaringan pipa. Micro LNG memungkinkan gas tersebut dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan domestik,” ungkap Andika.
Sebanyak 90 persen dana IPO CNG dialokasikan untuk pengembangan proyek ini, meski pelaksanaannya sempat tertunda akibat penyesuaian regulasi LNG.
Ekspansi Bertahap
Untuk ekspansi wilayah, CNG masih memprioritaskan Pulau Jawa, dengan rencana pengoperasian stasiun CNG di Majalengka (Cirebon) dan Karawang. Perusahaan juga membuka peluang ekspansi ke Lampung dan Sumatera Selatan.
“Tujuan kami sederhana, agar masyarakat Indonesia bisa menikmati gas alam dari negeri sendiri dan impor energi bisa ditekan,” pungkas Andika. (Red 01)















































