JAKARTA, – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2026 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen dalam memajukan dunia pendidikan. Hj. Andi Nirwana Sebbu, Anggota DPD RI periode 2019-2024 daerah pemilihan, Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan global.
Dalam keterangannya, Andi Nirwana menekankan bahwa generasi penerus bangsa harus memiliki cita-cita tinggi serta keberanian untuk meraih prestasi yang gemilang. Menurutnya, mimpi besar harus menjadi fondasi utama dalam perjalanan hidup anak-anak Indonesia.
“Generasi muda hari ini tidak boleh berpikir biasa. Mereka harus berani bermimpi besar, memiliki visi yang jelas, dan terus berusaha mengembangkan diri agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Sabtu (2/5/26).
Andi Nirwana, juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, masih adanya kesenjangan antara daerah perkotaan dan pelosok menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan.
“Pendidikan adalah hak seluruh anak bangsa. Negara harus hadir memastikan tidak ada yang tertinggal, baik dari segi fasilitas, tenaga pengajar, maupun kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Selain itu, Andi Nirwana menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat gotong royong dinilai sangat penting untuk membentuk generasi yang berintegritas.
Di era digital saat ini, ia juga mengajak generasi muda untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri jika digunakan secara positif.
“Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan berinovasi. Jangan sampai generasi muda justru terjebak pada hal-hal yang tidak produktif,” pesannya.
Momentum Hardiknas 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi titik awal perubahan nyata dalam dunia pendidikan Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, Indonesia diyakini mampu mencetak generasi emas yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
(Red-03)








































