JAKARTA, – Diera peradaban dunia digitalisasi sekarang semangkin mudah untuk kita dapat dan kita temukan dalam segala bentuk situs tentunya, masyarakat harus berhati-hati dan tidak mudah tertarik pada situs judi online, pinjaman online, situs asusila. pada situs yang mudah tampil dan akses. Karena dapat merugikan dampak besar kepada masyarakat.
Andi Nirwana Sebbu, Senator dapil, Sulawesi-Tenggara, duduk di komite I DPD RI yang mitra kerja dengan Kemenkominfo menganggap bahwa situs judi online, Pinjaman online (Pinjol ilegal), dan situs asusila ini sangat mengkhawatirkan karena terus bermunculan meski sudah diblokir oleh Pemerintah.
“Banyak Ibu rumah tangga, anak sekolah, hingga mahasiswa yang terlibat judi online dan pinjol ilegal, ini tentunya merugikan dan meresahkan banyak pihak. Oleh Karena itu, Pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo perlu memperkuat koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Andi yang duduk di komite I DPD RI, Rabu (20/9/23) dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut ditegaskan, Saya juga berharap komitmen Pemerintah terhadap pelaksanaan digitalisasi di daerah, khususnya internet di desa , dengan ini saya menitipkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara mengenai persoalan infrastruktur telekomunikasi atau jaringan internet yang masih sangat minim dan terbatas di daerah-daerah terpencil dan wilayah kepulauan.
“Saya menitipkan aspirasi masyarakat Sulawesi -Tenggara (Sultra). kepada Menkominfo mengenai persoalan jaringan internet yang ada di Sultra, seperti di Kecamatan Matausu dan wilayah Kepulauan Kabaena serta wilayah lain yang jaringan dan sinyal internetnya belum stabil dan masih sangat lambat Pemerintah bersama operator seluler harus segera melakukan pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan memperkuat sinyal internet agar membantu meningkatkan kualitas hidup di desa dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Perlu diketahui sementara itu, menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Pemerintah telah menangani 200.216 koten negatif yang terdiri dari 101.090 Judi Online; 92 konten penipuan; 18.219 pornografi; dan 1.931 temuan terkait rekening perjudian sepanjang 17 Juli sampai dengan 17 September 2023.
(Red)















































