Penajam Paser Utara – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Masjid Istiqlal di Jakarta dan Masjid Negara IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sebagai “masjid kembar” yang menjadi pusat kegiatan keagamaan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Menag di sela rangkaian kunjungan kerjanya ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu. Menurutnya, kedua masjid tersebut akan saling terhubung dalam berbagai program pendidikan dan pembinaan umat.
“Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN adalah masjid kembar. Ilmu apa pun yang diterima di Masjid Istiqlal sama yang diterima di Masjid Negara IKN,” ujar Nasaruddin Umar, baru-baru ini.
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal sinergi pengelolaan antara kedua masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan nasional. Kementerian Agama akan menghadirkan sejumlah program strategis, di antaranya beasiswa pendidikan kader ulama bagi masyarakat Kalimantan Timur serta penayangan kajian keagamaan yang disiarkan langsung dan terhubung antara Jakarta dan IKN.
Program pendidikan kader ulama akan difokuskan untuk Indonesia bagian timur di Masjid Negara IKN, sedangkan Indonesia bagian barat di Masjid Istiqlal. Kajian keagamaan juga akan ditayangkan secara bergantian dan disiarkan langsung dari kedua lokasi tersebut.
Selama berada di IKN, Menag melaksanakan berbagai kegiatan ibadah bersama masyarakat, mulai dari shalat lima waktu, Shalat Jumat, hingga Shalat Tarawih di Masjid Negara IKN.
Ia menegaskan, masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan pembinaan umat. “Masjid adalah simbol pemersatu umat dan rumah besar untuk kemanusiaan,” katanya.
Menurut Nasaruddin Umar, program pendidikan dan keagamaan di IKN akan berkembang sebagai bagian dari pusat peradaban baru Indonesia, termasuk dalam memperkuat toleransi antarumat beragama di kawasan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Menag juga melakukan penanaman pohon, buka puasa bersama, penyerahan bantuan mushaf Al Quran, serta pemberian dua ton kurma kepada sejumlah pemangku kepentingan di IKN. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke Istana Negara dan sejumlah lokasi strategis lainnya di kawasan IKN.
Masjid Negara IKN diharapkan menjadi pusat dan ruang pembelajaran spiritual terbuka bagi masyarakat, sekaligus memperkuat IKN sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga dicintai dan dirindukan warganya. (Red 01)















































