Jakarta – Mantan Wakil Kepala BIN KH As’ad Said Ali menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi moralitas bangsa dalam suatu diskusi mengenai nilai-nilai Pancasila yang digelar di Jakarta Selatan. Menyoroti maraknya kasus korupsi di kalangan pejabat negara dan anggota parlemen, As’ad mempertanyakan moralitas yang seharusnya dijunjung oleh para pemimpin sebagai teladan bagi masyarakat.
“Pancasila bukan sekadar rangkaian lima kalimat yang dihafal dalam upacara bendera, tetapi merupakan nilai-nilai dasar moralitas bangsa. Setiap sila memiliki makna mendalam yang menuntut ketaatan, keadilan, dan tanggung jawab moral bagi seluruh elemen bangsa,” ujar As’ad. 17/12/24.
As’ad menegaskan bahwa sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mewajibkan setiap individu, khususnya pejabat, untuk tidak melakukan korupsi, sesuai dengan ajaran agama yang melarang tindakan tersebut. Sementara sila kedua hingga kelima menekankan pentingnya keadilan sosial, persatuan, dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara.
Lebih lanjut, As’ad menyoroti laporan PPATK yang menyebutkan bahwa sekitar 30-40 persen APBN dan APBD menguap akibat korupsi. Ia menyatakan bahwa korupsi bukan sekadar tindakan melawan hukum, tetapi juga mengkhianati nilai keadilan sosial yang diamanatkan Pancasila.
“Defisit APBN yang mencapai lebih dari 400 triliun menjadi alarm serius bagi bangsa ini. Presiden Prabowo dan seluruh elemen bangsa harus fokus pada perbaikan moralitas dalam bernegara,” pungkasnya.
As’ad menekankan bahwa merosotnya moralitas adalah akar dari banyak persoalan bangsa, termasuk korupsi yang merusak tatanan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.















































