Gresik – Pesantren Darut Takwa di Gresik terus berinovasi untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dan pendekatan pendidikan modern, pesantren ini menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif.
Mengambil inspirasi dari kejayaan Islam pada era Abbasiyah, pesantren ini membangkitkan semangat santri untuk mengembangkan sains dan teknologi. Kepala Pesantren Darut Takwa, Ustaz Ahmad Maulana, menegaskan pentingnya kebanggaan akan warisan sejarah sebagai motivasi untuk bersaing secara global.
“Para santri tidak hanya belajar kitab kuning, tetapi juga teknologi modern seperti pemrograman, data analitik, dan inovasi digital. Semuanya didasarkan pada nilai-nilai iman, takwa, dan toleransi,” ujar mantan Waka-PBNU. KH. As’ad. 25/11/24.
Menurutnya. Pesantren ini juga membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan dan industri untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang adaptif. Dengan pendekatan ini, Darut Takwa berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu beradaptasi di era global.
Program unggulan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar, yang melihat pesantren sebagai model pendidikan berbasis nilai dan teknologi. Darut Takwa kini menjadi inspirasi bagi pesantren lain di Indonesia untuk melakukan transformasi serupa.
Pesantren Darut Takwa membuktikan bahwa pendidikan berbasis pesantren dapat berperan besar dalam membentuk generasi unggul yang siap menghadapi masa depan. (Red 01)















































