Jakarta – Laksamana Muda (Purn) Leonardi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat praktik korupsi dalam proyek pengadaan Satelit Orbit 123 Bujur Timur di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Pernyataan itu disampaikan pada Senin (1/12/2025).
“Saya tidak menerima sepeser pun duit. Saya tidak melakukan korupsi,” ujar Leonardi kepada wartawan. Dengan suara tegas, ia menyatakan seluruh tindakan yang diambil saat menangani program satelit tersebut telah mengikuti prosedur dan merupakan perintah dari atasan langsungnya.
Menurut Leonardi, program satelit yang kini menyeret dirinya sebagai tersangka itu bukanlah inisiatif pribadi, melainkan bagian dari kebijakan strategis pertahanan nasional yang telah mendapatkan persetujuan tingkat tinggi. Ia menyebut bahwa Menhan merupakan atasan yang dimaksud.
“Saya melaksanakan perintah atasan, dan atasan saya sudah melaksanakan ratas di depan presiden dengan program ini,” ucapnya.
Leonardi juga menegaskan bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak berdasar karena tidak ada anggaran yang dikeluarkan terkait proyek tersebut. Ia menyebut proses penganggaran belum berjalan sehingga tidak mungkin terjadi kerugian negara.
“Belum ada sejarah keluar anggaran sama sekali, tidak ada kerugian negara,” kata dia.
Tim kuasa hukum Leonardi, Rinto Maha, S.H., M.H., menambahkan bahwa kliennya tidak menerima uang sepeser pun sebagaimana dituduhkan oleh jaksa. Ia menilai penetapan tersangka terhadap Leonardi perlu dilihat secara objektif dan proporsional.
“Pak Leonardi tidak menerima serupiah pun seperti yang dituduhkan. Beliau hanya menjalankan perintah atasan, dan program tersebut sudah dirapatkan dalam rapat terbatas di hadapan presiden,” tegas Rinto Maha.
Menurut Rinto, fakta bahwa belum ada pembayaran dalam proyek tersebut menjadi kunci penting yang menunjukkan tidak adanya kerugian negara. Ia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan perkara sebelum proses hukum berjalan tuntas.Leonardi sendiri berharap proses hukum mampu mengungkap secara jelas posisi dan tanggung jawab para pihak dalam program satelit yang bersifat strategis bagi pertahanan nasional tersebut. Ia menekankan kembali bahwa seluruh langkah yang diambilnya dilakukan dalam konteks tugas kedinasan.
“Saya hanya menjalankan perintah,” tutupnya. (Ted 01)















































