Salatiga – Melon adalah bagian jenis buah – buahan yang sarat mengandung air yang memiliki multi vitamin. Sayangnya para petani dewasa ini kurang berminat budi daya tanaman buah Melon. Hal itu dimungkinkan karena rentan dengan perawatan.
Samsudin(58) warga desa Kadirejo Pabelan Kabupaten Semarang seorang petani yang aktif di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam dekade dua tahun terakhir ini justru ia lebih konsent mengembangkan tanaman buah Melon.
Dari sederet jenis Melon , adalah jenis New Kinanti yang lebih ia tekuni dari proses tanam hingga masa panen serta menguasai market atau penjualan. Dalam mendongkrak penjualan, Samsudin menggunakan strategi sistem, Petik Timbang Bayar di tempat. Hal itu dilakukan selain mendongkrak omzet penjualan juga memberikan kepuasan bagi konsumen.
Menekuni budi daya buah Melon, awalnya Samsudin lebih terinspirasi adanya sebidang tanah nganggur atau lahan kosong serta memiliki jaringan assosiasi petani Melon, pertimbangan pendukung adanya sumur dengan debet air yang mencukupi.
”Dengan melihat kondisi lahan kosong serta dukungan para petani Melon , maka saya terinspirasi mengembangkan budi daya Melon dengan metode Hidroponik” ujar Samsudin. Selasa (6/1).
Sistim Hidroponik dinilai lebih menguntungkan daripada di lahan terbuka. Karena Hidropronik pengendalian hama penyakit hanya antisipasi , jika dibandingkan di lahan terbuka lebih rentan dan penanganan pembiayaan lebih mahal.
Meski usahanya sudah berjalan, namun Samsudin tetap menjalin kemitraan dengan Dinas Pertanian propinsi Jawa Tengah serta Bank Indonesia. Kemitraan itu dibangun secara sinergi terkait hasil produksi serta menjaga kesetabilan harga.
Seperti diketahui , buah Melon memiliki kaya manfaat seperti , mencegah dehidrasi, meningkatkan imunitas, sehatkan pencernaan, menjaga kesehatan mata, mengontrol tekanan darah, menguatkan tulang, serta menurunkan berat badan. (ENY/NN)















































