Kab. Bandung, — Di tengah pesatnya perkembangan dunia medis modern, praktik pengobatan alternatif tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Bagi sebagian orang, kesehatan tidak hanya soal fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi batin dan spiritual. Fenomena inilah yang turut melatarbelakangi hadirnya berbagai praktisi pengobatan alternatif, salah satunya Kang Pelor di kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Dengan pendekatan yang memadukan unsur tradisional dan spiritual, Kang Pelor menawarkan layanan pengobatan yang disebutnya sebagai ikhtiar shareat lahir dan batin. Praktik ini tidak hanya menyasar keluhan fisik, tetapi juga persoalan yang dirasakan lebih dalam—seperti kegelisahan, gangguan batin, hingga kondisi yang diyakini berkaitan dengan faktor non-medis.
Sehari-hari, tempat praktiknya didatangi pasien dari berbagai daerah. Mereka datang dengan latar belakang berbeda, mulai dari masyarakat umum hingga kalangan tertentu, baik pejabat dan Artis dengan harapan menemukan solusi atas persoalan yang belum terjawab melalui jalur medis maupun upaya lainnya.
“Setiap orang datang dengan cerita dan harapan masing-masing. Kami hanya berusaha membantu melalui doa dan ikhtiar, selebihnya tetap kembali kepada kehendak Allah SWT,” ungkap Kang Pelor. Senin (20/4/26) kepada media Nasionalnews.co.id saat di temui di kawasan jawa-barat.
Layanan yang diberikan cukup beragam, mulai dari terapi totok aura, gura mata, hingga pendekatan spiritual berbasis ikhtiar syar’i. Dalam praktiknya, Kang Pelor menekankan bahwa proses pengobatan tidak instan, melainkan membutuhkan kesabaran, keyakinan, dan keterbukaan dari pasien.
Fenomena meningkatnya minat terhadap pengobatan alternatif ini tidak bisa dilepaskan dari faktor budaya dan psikologis. Banyak masyarakat Indonesia yang masih memegang kuat nilai-nilai tradisional dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang lebih personal, suasana yang nyaman, serta adanya sentuhan kepercayaan sering menjadi daya tarik tersendiri.
Meski demikian, penting untuk menempatkan pengobatan alternatif secara proporsional. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa metode ini sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti pengobatan medis, terutama untuk penyakit yang membutuhkan penanganan klinis dan diagnosis ilmiah.
Edukasi kepada masyarakat menjadi hal yang krusial. Pasien diharapkan tetap melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara pasti. Selain itu, memilih praktisi yang bertanggung jawab dan tidak memberikan janji berlebihan juga menjadi bagian dari langkah bijak.
Dalam konteks ini, pendekatan holistik—yang menggabungkan aspek medis, mental, dan spiritual—semakin relevan. Banyak pihak menilai bahwa keseimbangan antara ketiganya dapat membantu proses pemulihan secara lebih menyeluruh.
Kang Pelor sendiri menyebutkan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar pengobatan, tetapi juga membantu masyarakat menemukan ketenangan dan harapan. Ia menegaskan pentingnya niat baik serta tanggung jawab dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada pasien.
Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi, praktik Kang Pelor berlokasi di: Jl. Terusan Cibaduyut, Citamiang RT 06 RW 06 No. 165
Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kontak: 0823-1729-6944.
(Red-03)















































