JAKARTA, – Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat besarnya pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Andi Nirwana, anggota DPD RI periode 2019–2024, Hari TNI tidak sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kedaulatan negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Bagi saya, Hari TNI 5 Oktober adalah hari untuk merenung dan bersyukur. Kita masih memiliki tentara yang setia menjaga negeri. Kedaulatan itu harus dijaga bersama, bukan hanya tugas TNI, tetapi tugas kita semua sebagai anak bangsa,” ujarnya, Andi Nirwana Sebbu., Senin (5/10/26).
Menurutnya, TNI merupakan salah satu kekuatan utama dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia yang memiliki karakter geografis sangat luas, termasuk wilayah perbatasan dan kepulauan.
Ia pun memberikan apresiasi kepada prajurit yang bertugas jauh dari keluarga.
“Untuk anak-anakku prajurit di perbatasan, di pulau terluar, di pegunungan dan di pelosok, terima kasih. Pengabdian kalian jauh dari keluarga adalah ibadah. Tetap semangat, jaga kesehatan dan tetaplah dekat dengan rakyat,” katanya.
Sinergi TNI dan Rakyat Jangan Sekadar Formalitas
Ia menilai hubungan antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat harus terus diperkuat melalui kerja nyata. Menurutnya, sinergi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
“Sinergi harus diperkuat dengan hati. Jangan hanya formalitas. Contoh TMMD sudah sangat baik. Ke depan, saya berharap Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat duduk bersama menyelesaikan masalah rakyat, dari keamanan hingga kemiskinan,” ujarnya.
Andi Nirwana juga menyebut DPD RI memiliki peran untuk mendorong dukungan anggaran dan regulasi yang dapat memperkuat pembangunan serta ketahanan masyarakat di daerah.
TNI Hadir Saat Bencana hingga Ketahanan Pangan
Pengabdian TNI, lanjutnya, tidak hanya terlihat dalam menjaga keamanan dan pertahanan. Prajurit juga kerap berada di garis depan ketika masyarakat menghadapi bencana.
“Ketika banjir dan gempa melanda Sulawesi Selatan, TNI yang pertama datang membantu. Saat ini TNI juga menjadi motor ketahanan pangan melalui pendampingan petani dan pembagian bibit. Ini wujud nyata TNI Manunggal Rakyat,” tuturnya.
Peran tersebut dinilai menunjukkan bahwa keberadaan TNI memiliki dimensi pengabdian yang luas, terutama ketika negara membutuhkan kehadiran cepat di tengah masyarakat.
Netralitas TNI Jadi Pesan Penting
Di tengah dinamika politik dan derasnya arus informasi digital, ia mengingatkan pentingnya profesionalisme, netralitas dan integritas TNI.
“Harapan saya, TNI tetap profesional, netral dan berintegritas tinggi. Di tengah tahun politik dan derasnya informasi, TNI harus menjadi penyejuk, perekat persatuan, tidak boleh terseret politik praktis. Pegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” tegasnya.
Prajurit Sejahtera, Pertahanan Semakin Kuat
Selain profesionalisme, kesejahteraan prajurit dan keluarga juga dinilai menjadi bagian penting dari kekuatan pertahanan negara.
“Kita tidak boleh membiarkan prajurit yang menjaga kita tidur di barak yang tidak layak atau keluarganya kesulitan berobat. Kesejahteraan prajurit, perumahan, pendidikan anak dan kesehatan harus menjadi prioritas negara. Prajurit sejahtera, pertahanan kuat,” katanya.
Ia berharap perhatian terhadap kesejahteraan prajurit terus ditingkatkan sehingga pengabdian mereka dapat berjalan optimal.
Ancaman Baru: Siber, Hoaks dan Disinformasi
Tantangan TNI di era modern juga semakin kompleks. Ancaman terhadap ketahanan nasional kini tidak hanya berbentuk konflik bersenjata, tetapi juga berkembang ke ruang digital.
“Tantangan terbesar hari ini bukan lagi perang senjata, tapi perang siber, disinformasi dan hoaks yang bisa memecah belah bangsa. Kita harus mendorong TNI menguasai teknologi, siber, drone dan pertahanan ruang digital agar tidak kalah dengan negara lain,” ujarnya.
Menurutnya, modernisasi alutsista harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan teknologi dan sumber daya manusia TNI.
Generasi Muda Jangan Mudah Diadu Domba
Kepada generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, ia berpesan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
“Cintai tanah airmu. Jangan mudah diadu domba di media sosial. Hargai jasa TNI dengan belajar yang rajin, berkarya dan disiplin. Bela negara tidak harus angkat senjata, tetapi bisa dilakukan dengan prestasi dan akhlak yang baik,” pesannya.
Ia berharap generasi muda menjadi kekuatan baru yang menjaga persatuan bangsa sekaligus mampu menghadapi perubahan teknologi.
Menutup pesannya pada HUT ke-81 TNI, ia berharap TNI semakin profesional, modern dan tetap dekat dengan masyarakat.
“Semoga TNI menjadi kekuatan yang disegani di dunia, tetapi tetap rendah hati dan dekat dengan rakyat kecil. Dirgahayu TNI. Bersama Rakyat TNI Kuat, Bersama TNI Indonesia Maju,” pungkasnya.
(*)












































