JAKARTA, — Berburu kuliner khas Palembang di pagi hari kini semakin mudah. Pempek Palembang dan nasi bakar “ZN” hadir di Jalan Siaga Raya, Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Cafe Sejam.
Mengusung konsep kuliner kaki lima yang sederhana namun mengedepankan rasa dan kualitas, Pempek dan nasi bakar menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati sarapan pagi.
Lapak kuliner tersebut mulai buka sejak pukul 06.00 WIB, sehingga cocok bagi warga sekitar, pekerja, pengemudi maupun masyarakat yang sedang beraktivitas sejak pagi dan membutuhkan menu sarapan yang praktis sekaligus mengenyangkan.
Beragam jenis pempek tersedia, mulai dari pempek kapal selam, lenjar hingga adaan. Harganya pun relatif bersahabat dengan kantong masyarakat.
Untuk pempek kapal selam dibanderol Rp13.000, pempek lenjar Rp13.000, sementara pempek adaan Rp10.000 berisi dua buah.
Yang menjadi salah satu daya tarik utama adalah kuah cuko. Racikan cuko yang disajikan Pempek “ZN” memiliki perpaduan rasa manis, asam dan pedas yang kuat sehingga semakin menggugah selera ketika disantap bersama pempek.
Bagi pencinta kuliner Palembang, cuko bukan sekadar pelengkap. Racikan cuko justru menjadi bagian penting yang menentukan kenikmatan pempek. Karena itu, Pempek “ZN” berusaha menjaga cita rasa agar pelanggan mendapatkan pengalaman kuliner yang konsisten.
Tak hanya pempek, Pempek Palembang “ZN” juga menyediakan nasi bakar sebagai alternatif menu sarapan. Kehadiran menu yang beragam tersebut menjadi bagian dari upaya pemilik untuk mengikuti selera dan kebutuhan masyarakat.
Pemilik usaha, Ita (40), mengatakan bahwa dirinya terus melakukan inovasi dalam mengembangkan usaha kuliner tersebut.
“Kami selalu berinovasi dalam kuliner dan pangsa pasar kuliner ini masuk bagi masyarakat. Kami menjamin rasa dan kualitas,” kata Ita. Saat ditemui jurnalis Nasionalonline id di kawasan sekitar Jakarta Selatan. Selasa (25/8/26)
Menurut Ita, membangun usaha kuliner tidak cukup hanya dengan menjual makanan. Rasa, kualitas bahan, pelayanan serta kemampuan membaca selera konsumen menjadi bagian penting agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
Ia pun berharap Pempek dapat semakin dikenal masyarakat, khususnya warga Pejaten Barat, Pasar Minggu dan kawasan Jakarta Selatan.
“Kami ingin pelanggan yang datang bukan hanya sekali, tetapi bisa kembali lagi karena cocok dengan rasa dan kualitas yang kami berikan,” ujarnya.
Konsep sederhana dengan harga terjangkau menjadi salah satu kekuatan usaha kuliner kaki lima. Di tengah banyaknya pilihan makanan di kawasan Jakarta Selatan, Pempek mencoba menawarkan sesuatu yang khas melalui menu pempek Palembang dan nasi bakar.
Lokasinya yang berada di Jalan Siaga Raya juga cukup strategis karena berada di kawasan yang banyak dilalui masyarakat. Dengan mulai buka sejak pukul 06.00 WIB, masyarakat dapat menjadikan Pempek “ZN” sebagai salah satu alternatif untuk sarapan sebelum memulai aktivitas.
Kehadiran Pempek Palembang sekaligus memperlihatkan bahwa kuliner kaki lima masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Dengan menjaga kualitas, melakukan inovasi dan mempertahankan cita rasa, usaha sederhana dapat menjadi pilihan kuliner yang diminati masyarakat.
Bagi pencinta pempek yang ingin menikmati kapal selam Rp13.000, lenjar Rp13.000, adaan Rp10.000 isi dua, maupun nasi bakar, Pempek Palembang bisa menjadi salah satu destinasi kuliner pagi di kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Pempek harga bersahabat, rasa mantap, dan cuko yang bikin ingin datang lagi.










































