GARUT – Harapan untuk mendapatkan kesembuhan melalui berbagai upaya pengobatan terus dilakukan masyarakat. Di Kabupaten Garut, praktik Pengobatan Alternatif Bunda Nur Mayang Sari di Kecamatan Cisurupan menjadi salah satu tempat masyarakat melakukan ikhtiar pengobatan tradisional melalui metode totok aura dan ramuan herbal.
Sejumlah pasien dan keluarga mengaku merasakan perubahan kondisi kesehatan setelah menjalani penanganan di tempat praktik tersebut. Pengalaman mereka disampaikan melalui wawancara tindak lanjut bersama pihak keluarga.
Meski demikian, perkembangan yang disampaikan pasien merupakan pengalaman individual dan bukan bukti klinis bahwa metode pengobatan tersebut dapat menyembuhkan penyakit tertentu.
Pasien Remaja Mengaku Nyeri Perut Berkurang
Salah satu pasien berinisial K (18), warga Pasir Luhur, Desa Pamulihan, Kecamatan Cisurupan, mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya mengalami keluhan nyeri perut selama hampir delapan bulan.
Selama periode tersebut, pasien mengaku telah menjalani pemeriksaan dan pengobatan medis. Namun, keluhan yang dirasakan masih mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluarga kemudian mencoba ikhtiar melalui pengobatan alternatif Bunda Nur Mayang Sari.
“Alhamdulillah, setelah menjalani penanganan dan mengonsumsi ramuan herbal, sekitar dua minggu kemudian saya merasakan perubahan. Rasa sakit di bagian perut jauh berkurang,” ungkap K.
Balita yang Sering Menangis Mulai Lebih Tenang
Pengalaman lainnya disampaikan keluarga balita berinisial KMS, berusia sekitar satu tahun, warga Talun/Sawargi, Desa Situsari, Kecamatan Cisurupan.
Menurut keterangan orang tuanya, sebelumnya sang anak kerap menangis dalam waktu lama pada siang hari dan mengalami kesulitan tidur pada malam hari.
Setelah mencoba pengobatan alternatif, keluarga mengaku melihat perubahan perilaku dan pola tidur anak dalam beberapa hari.
“Alhamdulillah, setelah tiga hari menjalani penanganan, anak kami terlihat lebih tenang. Kalau malam juga sudah mulai bisa tidur lebih nyenyak,” tutur orang tua KMS.
Bunda Mayang: Kami Hanya Menjadi Perantara Ikhtiar
Menanggapi pengalaman sejumlah pasien tersebut, Bunda Nur Mayang Sari mengatakan bahwa dirinya menjalankan praktik pengobatan alternatif dengan niat membantu masyarakat melalui pendekatan tradisional.
Ia menyebut metode yang digunakan meliputi totok aura dan ramuan herbal alami, disertai doa serta pendekatan kekeluargaan kepada pasien.
“Alhamdulillah, kami hanya membantu masyarakat yang datang untuk berikhtiar. Soal kesembuhan, semuanya kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami tidak menjanjikan kesembuhan, tetapi berusaha memberikan pelayanan dengan niat membantu sesama,” tutur Bunda Nur Mayang Sari.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan pemeriksaan dan penanganan tenaga medis profesional, terutama untuk keluhan kesehatan serius maupun kondisi anak balita.
Terbuka untuk Konsultasi Masyarakat
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi mengenai praktik pengobatan alternatif Bunda Nur Mayang Sari, berikut alamat dan kontak yang dapat dihubungi:
Alamat Praktik: Kp. Cigangsa, Desa Situsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kontak WhatsApp: 0859-4652-1633.
(*)











































