JAKARTA, NASIONALONLINE – Kegiatan sholat subuh berjamaah Sabtu (16/5) di Masjid Raya Al Mustaqim terus menunjukkan perkembangan positif dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Sedikitnya 200 jamaah hadir dalam pelaksanaan sholat subuh berjamaah yang rutin digelar di masjid tersebut.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al Mustaqim, H. Slamet Budiyanto, mengatakan bahwa sholat subuh berjamaah di masjid merupakan salah satu indikator kuatnya keimanan dalam sebuah komunitas masyarakat.
“Sholat subuh berjamaah di masjid ini adalah standar tinggi dari keimanan seseorang dalam sebuah komunitas. Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan sekitar satu setengah tahun,” ujar H. Slamet Budiyanto.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, namun juga mempererat ukhuwah Islamiyah antara warga dan tokoh masyarakat sekitar. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan masyarakat yang secara rutin mengikuti kegiatan keagamaan di Masjid Raya Al Mustaqim.
Selain pelaksanaan sholat berjamaah, pengurus masjid juga aktif menggelar kajian rutin keislaman sebanyak tiga kali dalam sepekan. Kajian tersebut membahas berbagai materi keagamaan dan pembinaan moral masyarakat.
Menariknya, Masjid Raya Al Mustaqim juga mengembangkan program sosial berbasis ketahanan pangan melalui budidaya hidroponik yang dikelola di area atas halaman masjid. Hasil panen sayuran hidroponik tersebut dibagikan kepada jamaah yang hadir dalam sholat subuh berjamaah.
“Selain sayuran hasil hidroponik, jamaah juga mendapatkan telur. Ini bentuk kepedulian dan kebersamaan kami kepada masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan sholat subuh berjamaah tersebut turut dihadiri Ketua RW 02 Sri Mulyana, Staf Kesra M. Romli, para tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang mendukung penuh kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan Masjid Raya Al Mustaqim.
“Program tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya untuk menjadikan rumah ibadah tidak hanya sebagai pusat kegiatan spiritual, tetapi juga pusat pemberdayaan dan kepedulian sosial masyarakat,”tutup H. Slamet Budiyanto
(Red-03)













































