JAKARTA — Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda Indonesia.
Hj. Endang Maria Astuti, S.Ag., S.H., M.H., Anggota DPR RI periode 2014–2019 dan 2019–2024, mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas diri, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
Menurut Endang Maria Astuti, semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Generasi muda harus mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan karya nyata, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia,” ujar Endang Maria Astuti dalam pernyataan tertulisnya, Senin (25/10/26)
Pemuda Harus Menjadi Pelopor Perubahan
Ia menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, pemuda harus terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi agar mampu menghadapi persaingan global.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, menurutnya, pemuda juga dituntut untuk bijak dalam menggunakan media sosial, menyaring informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Pemuda Indonesia harus menjadi pelopor perubahan yang positif. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal produktif, tingkatkan kemampuan diri, dan jangan pernah berhenti belajar. Jadilah generasi yang berintegritas, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” tegasnya.
Menjaga Kebinekaan dan Memperkuat Persaudaraan
Lebih lanjut, Endang Maria Astuti mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dirawat bersama.
Ia menilai semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda harus menjadi landasan bagi generasi muda untuk membangun sikap toleransi, menghormati perbedaan, serta memperkuat persaudaraan antarsesama anak bangsa.
Menurutnya, tantangan masa depan tidak dapat dihadapi dengan perpecahan, melainkan melalui kerja sama, gotong royong, dan komitmen bersama untuk membangun Indonesia.
“Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah belah. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Kobarkan Semangat Menuju Indonesia Emas
Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026, Endang Maria Astuti berharap generasi muda semakin percaya diri untuk mengambil peran dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang, dukungan, dan kesempatan kepada pemuda agar dapat mengembangkan potensi serta melahirkan gagasan-gagasan inovatif bagi kemajuan bangsa.
“Mari kita kobarkan kembali semangat Sumpah Pemuda dengan memperkuat persatuan, menjaga kebinekaan, dan berkarya untuk masa depan Indonesia. Bersatu dalam keberagaman, bergerak dalam semangat kebangsaan, dan bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang mau belajar, bekerja keras, menjaga persatuan, dan mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi bangsa dan negara.
(Bs)












































