Salatiga, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) kota Salatiga menegaskan bahwa partai politik harus hadir nyata di tengah masyarakat serta ikut menjaga Salatiga sebagai kota toleransi. Pernyataan itu disampaikan Kol (Purn) Era Hernanto selaku ketua DPD PAN kota Salatiga dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276 yang bertepatan tanggal 24 Juli 2026.
Era Hernanto menambahkan, Peran partai politik tidak bisa berhenti pada saat pemilu saja. Di kota kecil seperti Salatiga, parpol dituntut lebih dekat dengan persoalan rakyat.
“Partai politik harus jadi jembatan antara pemerintah dan warga. Jangan hanya datang 5 tahun sekali. Kami punya prinsip: dekat, peduli, dan kerja nyata. Itu yang kami lakukan lewat program PAN” tandasnya.
Sementara itu ada tiga etika berpolitik yang harus dijaga parpol di Salatiga. Pertama, berpolitik secara beretika. Salatiga sudah dikenal sebagai kota yang rukun dan toleran. Maka kontestasi politik harus sehat dan tidak menggunakan politik identitas.
“Kami menolak keras politik yang memecah belah atas nama SARA. Boleh beda pilihan, tapi tetap sedulur. Itu budaya Salatiga,” tandasnya lagi.
Kedua, berpolitik yang solutif. Isu di Salatiga sangat konkret mulai dari harga kebutuhan pokok, penataan PKL, pengembangan UMKM, hingga pariwisata. Partai politik wajib membawa gagasan dan program yang bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh warga.
Ketiga, berpolitik kebangsaan. Melalui “PAN Generasi Muda”, DPD PAN terus melakukan kaderisasi untuk melahirkan pemimpin yang nasionalis-religius dan paham persoalan lokal.
Terkait status Salatiga yang telah menyandang kota toleransi, maka PAN menilai itu adalah warisan bersama yang harus dijaga. Selama hampir 13 abad, Salatiga mampu hidup berdampingan dengan keberagaman agama, suku, dan budaya.
Karena menurutnya, ini bukan kebetulan namun hasil dari gotong royong tokoh agama, masyarakat, pemerintah, dan juga partai politik. Tugas kita sekarang adalah merawat.
Untuk itu, PAN Salatiga berkomitmen menjadi partai perekat. Setiap kegiatan partai akan melibatkan unsur lintas iman dan komunitas.
Dalam menjaga suasana kondusif , jajaran PAN juga menugaskan kader di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk menjadi simpul komunikasi yang adem jika ada potensi gesekan di masyarakat
“Semoga di usia yang ke-1276, Salatiga semakin maju ekonominya, semakin kuat toleransinya, dan semakin dewasa politiknya. PAN siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra kerja untuk Salatiga yang lebih baik,” pungkasnya. (ENY)













































