Salatiga – Komunitas Senam MBC (Mak-mak Bapak-bapak Ceria) terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah olahraga sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi bagi masyarakat. Mayoritas anggota komunitas ini berusia di atas 50 tahun dan tetap aktif mengikuti kegiatan senam secara rutin.
Didirikan pada Agustus 2020, MBC Senam Merdeka hadir sebagai komunitas yang mengedepankan kebersamaan tanpa membedakan latar belakang anggotanya. Selain menjaga kebugaran, komunitas ini juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan antaranggota.
Setiap hari Rabu, para anggota secara konsisten melaksanakan kegiatan senam dengan lokasi yang berpindah-pindah dari rumah satu anggota ke anggota lainnya. Pola tersebut dinilai mampu mempererat hubungan kekeluargaan di antara para peserta.
Ketua MBC Senam Merdeka, Sunarto, berharap momentum Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276 dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Dengan Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276, semoga Salatiga sebagai kota toleransi semakin maju dan semakin sejahtera,” ujar Sunarto, Rabu (29/7).
Sementara itu, Mei Inayati menjelaskan bahwa nama MBC Senam Merdeka memiliki makna kebebasan, yakni komunitas yang dibangun tanpa intimidasi maupun tekanan dari pihak mana pun. Menurutnya, semangat persaudaraan menjadi fondasi utama keberlangsungan komunitas tersebut.
Perjalanan MBC juga sempat diwarnai dinamika internal hingga muncul kelompok lain. Namun seiring berjalannya waktu, seluruh anggota kembali membaur dan memperkuat kebersamaan di bawah naungan MBC Senam Merdeka.
Komunitas ini berawal dari gagasan Sri Muhimah, Mei Inayati, Siti Masamah, dan Endang. Berkat semangat para pendiri, MBC terus berkembang dan hingga kini telah memiliki sekitar 60 anggota yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak.
Keberadaan MBC Senam Merdeka membuktikan bahwa olahraga bukan hanya soal menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi sarana membangun persaudaraan, kebersamaan, serta semangat hidup di usia lanjut. (NANO)












































