JAKARTA, NASIONALONLINE.ID – HIKMAHBUDHI atau Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia menggelar Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-55 pada Kamis, 21 Mei 2026 di Aula Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Senayan, Jakarta Pusat. Perayaan tersebut mengusung tema “55 Tahun HIKMAHBUDHI: Atta Dipa Bhava – Menjadi Pelita Bagi Bangsa”.
Tema tersebut mencerminkan semangat generasi muda Buddhis untuk menjadi sumber inspirasi, cahaya, serta penggerak perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Diketahui, cikal bakal organisasi ini berasal dari KMBDJ (Keluarga Mahasiswa Buddhis Djakarta) yang berdiri pada 16 Mei 1971 dan memiliki majalah bernama HIKMAHBUDHI. Dalam perkembangannya, HIKMAHBUDHI kemudian bertransformasi menjadi organisasi mahasiswa Buddhis tingkat nasional pada tahun 1988.
Selama perjalanan sejarahnya, HIKMAHBUDHI dikenal aktif dalam berbagai dinamika gerakan mahasiswa Indonesia, termasuk turut mengambil bagian dalam momentum Reformasi 1998. Organisasi ini konsisten menyuarakan nilai kebangsaan, kemanusiaan, pendidikan, dan pengabdian sosial.
Panitia pelaksana menyebutkan, peringatan Harlah ke-55 menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi sekaligus memperkuat komitmen HIKMAHBUDHI agar terus hadir sebagai organisasi yang progresif, humanis, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Acara dijadwalkan dimulai pukul 14.30 WIB hingga selesai dan akan dihadiri berbagai tokoh nasional, alumni, mahasiswa Buddhis, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menegaskan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, organisasi mahasiswa bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi wadah untuk menempa mental, integritas, dan kemampuan menghadapi dinamika kehidupan sosial maupun kepemimpinan.
“Di situlah para calon pemimpin berkumpul menggembleng dirinya. Organisasi itu tempat belajar dikritik, belajar dipuji, bahkan belajar tidak disukai orang,” ujar Fauzan.
Ia menilai pengalaman berorganisasi sangat penting agar mahasiswa tidak tumbuh menjadi sosok pemimpin yang hanya ingin mendapatkan pujian semata.
“Kalau seorang pemimpin hanya ingin dipuji, maka kepemimpinannya tidak akan balance,” katanya.
Fauzan juga menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan harus terus dijaga eksistensinya karena memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan memiliki komitmen moral terhadap bangsa.
“Kementerian memiliki kewajiban mendampingi dan mengantarkan mahasiswa sesuai passion mereka. Kalau passion-nya di organisasi, tentu harus kita dukung,” tegasnya.
Menurut Fauzan, organisasi mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pembelajaran demokrasi dan kepemimpinan dalam kehidupan.
“Organisasi kemahasiswaan itu tempat belajar untuk menjadi lebih baik lagi, bukan tempat istirahat,” ungkapnya.
Dia berharap mahasiswa yang aktif berorganisasi nantinya mampu menjadi pemimpin yang memiliki integritas, kompetensi, dan kepekaan sosial di tengah masyarakat.
“Keberlanjutan bangsa ini tidak hanya bisa mengandalkan teknologi saja, tetapi juga karakter manusianya. Itu yang paling penting,” tutup Fauzan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd menyampaikan pesan penuh makna kepada generasi muda Buddhis dalam momentum HUT ke-55 HIKMAHBUDHI.
Supriyadi menekankan pentingnya mahasiswa untuk terus kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
“Untuk memajukan bangsa ini, lewat suara-suara yang betul-betul dari hati dan masyarakat, itu yang sangat kami inginkan. Mereka harus kreatif, inovatif, stabil, dan solutif. Artinya jangan hanya bersuara saja, tetapi juga memiliki solusi-solusi untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” ujar Supriyadi. Kepada rekan-rekan media.
Menurutnya, tema “Menjadi Pelita Bagi Bangsa” harus diwujudkan melalui keteladanan dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Menjadi pelita bagi bangsa artinya harus menjadi paripurna, siap menjadi teladan, dan siap menjadi pencerah bagi bangsa,” tambahnya.
Peringatan HUT ke-55 HIKMAHBUDHI diharapkan menjadi momentum memperkuat kontribusi organisasi mahasiswa Buddhis dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kepedulian sosial tinggi demi menjaga persatuan dan menghadirkan perubahan positif bagi Indonesia.
(bs)














































