SALATIGA — Semangat menjaga kesehatan sekaligus mempererat tali silaturahmi terus ditunjukkan komunitas MBC Senam Merdeka Salatiga. Komunitas yang mayoritas beranggotakan ibu-ibu dan bapak-bapak berusia di atas setengah abad tersebut tetap eksis dan rutin menggelar kegiatan senam bersama.
Ketua MBC Senam Merdeka, Sunarto, mengatakan nama MBC merupakan kependekan dari Mak-Mak Bapak-Bapak Ceria. Komunitas tersebut berdiri pada Agustus 2020 dengan tujuan utama menjadi wadah olahraga sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota.
“Senam ini ruang lingkupnya ibu-ibu dan bapak-bapak. Yang paling utama adalah menjaga kesehatan dan mengedepankan tali silaturahmi,” ujar Sunarto.
Kegiatan senam rutin digelar setiap Rabu, dengan lokasi yang berpindah dari rumah satu anggota ke anggota lainnya. Pada Rabu (11/8/2026), kegiatan berlangsung di kediaman Tiwik Munarno, lingkungan Klaseman, Salatiga.
Suasana senam berlangsung meriah. Derap langkah para peserta yang kompak, ditambah keseragaman kostum bernuansa kemerdekaan, semakin mencerminkan semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah seorang anggota, Mei Inayati, menjelaskan bahwa istilah “Senam Merdeka” memiliki makna kebebasan. Menurutnya, seluruh anggota dapat mengikuti kegiatan dengan suasana gembira dan tanpa intimidasi dari pihak mana pun.
Dalam perjalanan komunitas, MBC Senam Merdeka juga pernah mengalami dinamika internal hingga sempat terbentuk kelompok lain. Namun, seiring berjalannya waktu, para anggota kembali membaur dan bersatu dalam komunitas MBC.
“Yang penting sekarang sudah kembali bersama dan membaur. Kami ingin senam ini menjadi tempat untuk sehat sekaligus menjaga kebersamaan,” ujar Mei.
Jika ditarik ke belakang, komunitas tersebut dirintis oleh Sri Muhimah, Mei Inayati, Siti Masamah, dan Endang. Dari awal berdiri hingga kini, MBC Senam Merdeka telah berkembang dan memiliki sekitar 60 anggota, terdiri dari kaum ibu dan bapak-bapak.
Tidak hanya senam, komunitas ini juga memiliki sejumlah kegiatan lain untuk mempererat hubungan antaranggota. Di antaranya jalan sehat dan anjangsana yang dilakukan secara berkala.
Bagi anggota MBC Senam Merdeka, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik. Lebih dari itu, setiap pertemuan menjadi ruang untuk saling menyapa, bercanda, berbagi cerita, sekaligus menjaga persaudaraan.
Dengan semangat sehat, ceria dan guyub, MBC Senam Merdeka Salatiga membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif bergerak dan berkarya.
(NANO)










































