JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, didampingi Ketua TP PKK Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin, Asisten Administrasi Kesejahteraan Rakyat Nurhidayat, Ketua PMI Jakarta Pusat H. Asep Djuanda Sunarya, serta para camat se-Jakarta Pusat, secara resmi membuka kegiatan Jumpa Bakti Gembira dan Temu Karya (JUMTEK) PMI Jakarta Pusat Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juni 2026, mengusung tema “Relawan Responsif, Berkemampuan dan Bersinergi di Era Digital.” Acara ini menjadi ajang pembinaan, pengembangan keterampilan, sekaligus mempererat persaudaraan bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan PMI di wilayah Jakarta Pusat.
Sebanyak 1.725 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 430 anggota PMR Mula, 666 PMR Madya, 445 PMR Wira, serta 184 relawan dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, Arifin menegaskan bahwa JUMTEK 2026 bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan wadah untuk membangun karakter generasi muda yang peduli, kreatif, dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.
“Jumpa Bakti Gembira dan Temu Karya ini menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menyalurkan kegembiraan dalam kebersamaan. Di sini kita belajar bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kebersamaan, dari semangat saling mendukung, dan dari kerja sama yang tulus,” ujar Arifin.
Menurutnya, kegiatan Temu Karya juga menjadi ruang bagi para peserta untuk menampilkan kreativitas, mengasah kemampuan, dan membuktikan bahwa generasi muda mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui karya, kita membuktikan bahwa generasi ini bukan hanya mampu bermimpi, tetapi juga mampu mewujudkan mimpi menjadi kenyataan,” katanya.
Arifin menambahkan, kegiatan ini memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan antar peserta dari berbagai sekolah dan wilayah, sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan.
Ia berharap JUMTEK PMI Jakarta Pusat dapat menjadi sarana positif bagi para pelajar untuk mengembangkan diri dan menjauhi berbagai aktivitas negatif yang kerap mengancam generasi muda.
“Mari kita jadikan acara ini sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat solidaritas, menyalakan semangat berkarya, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari generasi penerus bangsa. Mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan positif ini, hal-hal negatif yang melibatkan anak-anak sekolah di Jakarta Pusat dapat berkurang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, menyampaikan bahwa JUMTEK merupakan momentum penting untuk meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan pertemanan, serta memperkuat kapasitas kader PMR sebagai calon relawan masa depan.
“PMR memiliki peran strategis sebagai kader relawan PMI. Mereka harus mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan membangun jejaring mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional. Ketika dibutuhkan dalam situasi kemanusiaan, mereka harus siap diterjunkan di mana pun,” ujarnya.
Menurut Beky, relawan PMI merupakan garda terdepan dalam berbagai aksi kemanusiaan. Karena itu, pembinaan sejak usia dini melalui PMR menjadi investasi penting dalam mencetak generasi relawan yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi tantangan kemanusiaan di era digital.
Melalui JUMTEK 2026, PMI Jakarta Pusat berharap dapat melahirkan kader-kader relawan yang tidak hanya memiliki keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memperkuat sinergi kemanusiaan di tengah masyarakat.
(*)















































